Serba-Serbi Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

15 Sep 2015

Buat yang belum tahu atau masih bertanya-tanya apakah benar BPJS Ketenagakerjaan – atau yang dulu bernama Jamsostek- apakah bisa dicairkan sebelum masa kepesertaan di bawah 10 tahun, jawabannya adalah bisa. Kebijakan tersebut baru diluncurkan pada 1 September 2015 (PP No 46 Tahun 2015). Hanya saja tidak semua peserta BPJS bisa mengklaim haknya. Dari hasil baca-baca dan tanya sana-sini (hasil ngobrol dengan petugas BPJS), BPJS Ketenagakerjaan bisa diklaim atau dicairkan dengan syarat atau kondisi sebagai berikut:

1. Peserta BPJS yang terkena PHK

2. Peserta BPJS yang sudah tidak bekerja (misalnya peserta yang memutuskan ingin berwirausaha atau menjadi ibu rumah tangga

3. Peserta BPJS yang akan meninggalkan Indonesia selamanya atau dalam kurun waktu yang relatif lama (Misalnya menikah dengan bule dan tinggal di luar negeri atau bekerja penuh waktu di luar negeri)

Saya misalnya, memiliki masa kepesertaan kurang dari 4 tahun dan dengan kondisi sudah bekerja lagi, yang artinya tidak termasuk ke dalam 3 kategori di atas. Saya baru bekerja di kantor baru hitungan bulan dan belum dibuatkan BPJS. Setelah ngobrol-ngobrol dengan orang HRD kantor, kepesertaan BPJS saya baru akan didaftarkan pertengahan bulan September ini. Artinya menurut sistem di BPJS, kepesertaan saya sudah dihentikan semenjak 3 bulan lalu bertepatan dengan tanggal keluar saya dari kantor sebelumnya (yang artinya juga menurut sistem pencatatan di BPJS memenuhi untuk kondisi nomor 2).

Iseng-iseng berhadiah atas saran seorang teman sayapun coba-coba untuk mencairkan BPJS sebelum dibuatkan BPJS baru dari kantor baru saya. Dengan niat baik dan dukungan suami 1000 % saya pun menyiapkan diri untuk pertanyaan yang sangat mungkin untuk ditanyakan. ”Apakah ibu sudah bekerja lagi atau belum?” maka dengan tampang keibuan dan senyum paling manis dan menenangkan akan saya jawab dengan  “Saya baru menikah dan jadi Ibu Rumah tangga”. Tentu saja tidak ada yang salah dengan jawaban saya tersebut.

Singkat cerita, setelah menunggu seharian akhirnya saya mendapat giliran dipanggil oleh petugas. Setelah petugas memeriksa semua berkas dan dokumen yang saya bawa, klaim saya diterima dan diberitahu bahwa dana BPJS akan ditransfer 100 % ke rekening saya selambat-lambatnya H+7 terhitung dari hari ini. Proses antrinya sendiri jangan ditanya berapa lama, yang jelas saya ambil nomor antrian Pkl 05:30 WIB dan baru selesai Pkl 16:30 WIB.

Kelengkapan dokumen yang harus dibawa :

  1. Kartu BPJS Ketenagakerjaan (atau yang masih berlogo Jamsostek)
  2. Kartu Keluarga (KK)
  3. KTP aktif sesuai KK
  4. Buku tabungan
  5. Surat referensi kerja
  6. Fotokopi dokumen 1-5

Sebagai catatan dokumen yang asli harus dibawa karena petugas akan mencocokkan dengan fotokopinya. Selain kartu BPJS, dokumen asli lainnya akan dikembalikan kok.

Tips buat yang mau mencairkan dana BPJS ; Setelah dokumen lengkap, pilih dan tetapkan mau mengajukan klaim ke kantor BPJS mana, setelah itu cari info bagaimana proses dan kondisi antrian di sana.  Hampir semua kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jakarta saat ini penuh dan tumpah ruah dengan manusia. Terakhir, cari waktu dan alokasikan waktu khusus buat seharian nongkrong di Kantor BPJS.

Selamat berjuang! 


TAGS Jamsostek BPJS Ketenagakerjaan Klaim BPJS Cara Klaim BPJS PP No 46 Tahun 2015


-

Author

Follow Me