• 24

    Jul

    Dapur Indonesia, Resto Indonesia 24 Jam

    Buat yang sering mondar-mandir atau melewati Jalan Sabang Jakarta Pusat, pastinya tahu kalo di sepanjang jalan Sabang banyak tempat makan berjejer mulai dari yang lesehan sampai dengan resto mahal. Salah satu yang menarik perhatian saya Wekeend lalu ketika melewati jalan Sabang adalah sebuah resto Indonesia yang berada di deretan sebelah kiri jalan kalau kita dari arah Thamrin. Sebuah bangunan yang cukup besar dan menarik perhatian memang jika dibandingkan dengan tempat makan lain yang berada di sekitarnya. Bukan apa-apa, selain bangunannya yang memang lumayan besar, juga karena ramainya orang-orang dan mobil yang antri untuk parkir. Kontan perhatian saya pun terfokus ke resto tersebut karena penasaran. Maka akhirnya saya memutuskan untuk masuk dan melihat ada keramaian apa di dalam sana.
  • 16

    Jul
  • 12

    Jul

    Lesehan Blok M Square, Kuliner Malam ala Jogja

    Salah satu bagian penting yang tidak boleh terlewatkan tiap kali liburan ke luar kota adalah bagian dimana saya bisa berburu makanan khas daerah setempat alias berwisata kuliner. Jogjakarta dan solo merupakan dua diantara tempat wisata yang populer dengan wisata kulinernya. Satu jenis makanan saja bisa berbagai macam rekomendasinya. Misalnya gudeg, mulai dari gudeg mercon, gudeg pawon, gudeg malioboro, dan berbagai varian gudeg lainnya yang hanya buka di malam hari dan jam-jam tertentu, hampir semuanya pernah saya kunjungi. Saya paling getol kalo masalah kuliner, apalagi di Jogja. Ada dua alasan kenapa saya tidak pernah melewatkan wisata kuliner di Jogja, yaitu harganya yang sangat terjangkau dan suasananya yang sangat… sebut saja ‘merakyat’. Menikmati gudeg atau menu ma
  • 9

    Jul

    Lewat Djam Malam, Warisan Budaya yang Diselamatkan Bangsa Lain

    Masih ingat dengan peristiwa beberapa waktu lalu mengenai kisruh dan salah kaprah pemberitaan tari Tortor dari Sumatra Utara yang diklaim oleh negara tetangga? Lihat saja reaksi semua orang yang langsung ribut meneriakkan “Malingsia” di berbagai sosial media. Sama seperti dulu ketika batik mulai diaku sebagai warisan budaya bangsa lain. Saya masih ingat betul reaksi masyarakat indonesia pada waktu itu. Perang. Bagi saya, sudah menjadi kewajiban setiap warga negara untuk memelihara dan lebih jauh lagi melestarikan warisan budayanya. Tanpa terkecuali, bahkan ketika warisan itu hanya berupa sekumpulan piringan hitam yang sudah usang dan terabaikan. Dua minggu lalu, saya dan beberapa teman saya sperti biasa menghabiskan waktu senggang kami dengan menonton film. Film yan
  • 2

    Jul

    247, Cafe "Rasa" Rumahan

    Bagi sebagian pekerja kantoran, Jumat malam merupakan salah satu waktu yang ditunggu sebelum menyambut akhir pekan. Biasanya saya dan beberapa teman yang disibukkan dengan rutinitas pekerjaan saling mengirim bbm dan janjian untuk sekedar nongkrong di mall atau pergi ke bioskop. Jumat malam lalu, saya memutuskan pergi ke sebuah cafe di daerah Melawai untuk menikmati pasta sambil ngobrol bersama teman saya. Bagi yang sudah pernah mendengar atau datang ke 247 Cafe, mungkin rasanya tidak ada yang special dari tempat ini. Selain letaknya yang memang agak masuk dari jalan raya, bahkan jika dilihat dari luar pun bangunannya tidak cukup mengundang bagi yang melewatinya. Tapi coba saja masuk ke dalam, pemandangan pertama yang akan dilihat adalah pelayannya yang akan menyambut kita ketika kita men

Author

Follow Me